AKU DAN SELENDANG KEBANGGANKU ( KISAH PERJALANAN DAN UCAPAN TERIMAKASIH UNTUK SELENDANG TARI YANG TELAH MENJADI INSPIRASIKU)

Semasa kecil aku dan keluargaku mempunyai banyak sekali saudara, salah satunya adalah saudara dari ibu yaitu pamanku. Sewaktu kecil aku sering berkunjung kerumah pamanku, pamanku adalah seorang guru tari yang sudah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengajar anak-anak yang mempunyai bakat dibidang seni. Pamanku bernama Jajulaidik, dia mempunyai seorang istri dan anak 2, satu perempuan satu laki-laki. Anaknya yang perempuan bernama Gadis, ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi UT, selain mahasiswi dia juga seorang guru disekolah dasar dan seorang guru tari yang sudah senior, dia telah menjuarai lomba tari antar provinsi hingga nasional dan internasional. Waktu kecil saya sering disuruh berlatih tari disanggar pamanku tetapi saya menolak karena dulu saya tahu kalau pamanku mengajar murid-muridnya dengan sangat disiplin dan keras, itu yang membuat saya takut untuk mengikuti latihan tari. Setelah saya beranjak ke kelas 5 SD saya mulai memberanikan diri saya untuk belajar dan berlatih ditengah ramainya orang. Pertama kali saya berlatih saya dikasih selendang warisan dari mbak saya yaitu gadis, saya sangat senang bisa menggunakannya dileher saya untuk menari gandrung. Tiap hari minggu saya berlatih menari disanggar dengan kakak pembimbingku. Proses berlatih menari bukanlah hal yang mudah tetapi banyak sekali rintangan yang harus dihadapi mulai dari kesulitan dalam gerak,di marahin karena kesalahan,dikarantina untuk mengikuti lomba dan masih banyak lainnya. Hari demi hari aku lalui untuk berproses dibidang tari, setelah kelas 8 SMP saya sudah menguasai gerak tari hingga saya mengikuti pagelaran tari di TMII Jakarta dalam acara rapat bersama anggota tahunan provinsi jawa timur dan kumpulan IKAWANGI JAKARTA yang dihadiri langsung oleh bupati banyuwangi. Pertama kali lihat IBUKOTA JAKARTA rasanya senang sekali, liat gedung gedung tinggi, monas, mal mal besar semuanya ada disana, apalagi berkeliling TMII sangat indah,sejuk,besar. Setelah sampai di Anjungan Jawa Timur saya dan teman-teman berkeliling TMII dengan menggunakan sepeda sewaan. Rasanya tidak ingin meninggalkan IBUKOTA tersebut karena disana banyak sekali tempat wisata dan sejarah-sejarah penting Indonesia. Hari kedua setelah saya ada disana akhirnya saya mulai pementasan, perasaanku senang sekali bisa menghibur orang banyak disana tetapi hatiku rasanya berdebar-debar, sedikit gugup karena pertama kalinya saya melakukan pementasan didepan orang-orang yang sangat penting. Tapi, akhirnya pementasan itu berlangsung dengan sukses dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah, lega sekali rasanya hatiku bisa menampilkan yang terbaik buat semua orang. Kewajiban sudah selesai dan kini waktunya kembali ke tempat tinggal dan memulai berproses lagi dengan tekun. Ketika saya sudah memasuki masa SMA, saya memulai karier saya didunia seni dengan sangat pesat yaitu mulai dari lomba tingkat kabupaten, provinsi sampai ke nasional. Kelas 1 SMA awal dari tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi yaitu lomba tari FLS2N tingkat kabupaten, dan akhirnya mendapatkan juara 1. Lanjut ke tingkat provinsi dan alhamdulillah masih mendapatkan juara 3. Bukan hanya ditugaskan untuk mengikuti lomba tetapi juga ditugaskan untuk menjadi salah satu penari acara GANDRUNG SEWU mulai dari sd kelas 6 hingga sma, tetapi sma ini tugasnya lebih berat yaitu menjadi patokan dari 1000 penari gandrung. Hari hari sudah terlewat sekarang saya memasuki kelas 2 SMA, yaitu masa senang-sennagnya mengikuti organisasi yang ada disekolah. Terutama mengikuti organisasi kesenian dan mendaftarkan diri menjadi ketua umum organisasi kesenian di SMA N 1 ROGOJAMPI. Dengan percaya diri dan kerja keras saya menekuni dunia tari, akhirnya saya dipilih untuk menjadi salah satu penari dari kabupaten banyuwangi untuk menari di acara SUMPAH PEMUDA yang digelar di Istana Negara Jakarta. Perasaan saya senang sekali bisa masuk kedalam Istana Negara sendiri, karena tidak semua orang bisa masuk kedalam Istana tersebut. Setelah acara tersebut selesai saya mendapatkan tugas lagi untuk ikut seleksi Gandrung yang akan tampil diacara Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2017. Siapa yang tidak senang dipercaya oleh bapak presiden untuk mengisi acara di Istana Negara. Itulah cerita singkat saya tentang pengalaman yang paling membanggakan dan akan saya ingat sampai kapanpun. Dibalik suksesnya seorang anak pasti ada orang tua yang sangat mendukung dan mendoakan anaknya untuk masa depannya. Terimakasih untuk kedua orang tua saya yaitu ibu dan ayah yang telah membimbing dan mendukung keinginan saya hingga berhasil seperti sekarang. Selain itu, saya juga berterimakasih kepada paman dan kakak saya yang telah sabar dan tulus untuk mengajarkan saya arti sebuah usaha dan kesuksesan. Terimakasih telah membaca Diary dari saya jika ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan 🙏.

AKU DAN SELENDANG KEBANGGANKU ( KISAH PERJALANAN DAN UCAPAN TERIMAKASIH UNTUK SELENDANG TARI YANG TELAH MENJADI INSPIRASIKU)

Semasa kecil aku dan keluargaku mempunyai banyak sekali saudara, salah satunya adalah saudara dari ibu yaitu pamanku. Sewaktu kecil aku sering berkunjung kerumah pamanku, pamanku adalah seorang guru tari yang sudah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengajar anak-anak yang mempunyai bakat dibidang seni. Pamanku bernama Jajulaidik, dia mempunyai seorang istri dan anak 2, satu perempuan satu laki-laki. Anaknya yang perempuan bernama Gadis, ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi UT, selain mahasiswi dia juga seorang guru disekolah dasar dan seorang guru tari yang sudah senior, dia telah menjuarai lomba tari antar provinsi hingga nasional dan internasional. Waktu kecil saya sering disuruh berlatih tari disanggar pamanku tetapi saya menolak karena dulu saya tahu kalau pamanku mengajar murid-muridnya dengan sangat disiplin dan keras, itu yang membuat saya takut untuk mengikuti latihan tari. Setelah saya beranjak ke kelas 5 SD saya mulai memberanikan diri saya untuk belajar dan berlatih ditengah ramainya orang. Pertama kali saya berlatih saya dikasih selendang warisan dari mbak saya yaitu gadis, saya sangat senang bisa menggunakannya dileher saya untuk menari gandrung. Tiap hari minggu saya berlatih menari disanggar dengan kakak pembimbingku. Proses berlatih menari bukanlah hal yang mudah tetapi banyak sekali rintangan yang harus dihadapi mulai dari kesulitan dalam gerak,di marahin karena kesalahan,dikarantina untuk mengikuti lomba dan masih banyak lainnya. Hari demi hari aku lalui untuk berproses dibidang tari, setelah kelas 8 SMP saya sudah menguasai gerak tari hingga saya mengikuti pagelaran tari di TMII Jakarta dalam acara rapat bersama anggota tahunan provinsi jawa timur dan kumpulan IKAWANGI JAKARTA yang dihadiri langsung oleh bupati banyuwangi. Pertama kali lihat IBUKOTA JAKARTA rasanya senang sekali, liat gedung gedung tinggi, monas, mal mal besar semuanya ada disana, apalagi berkeliling TMII sangat indah,sejuk,besar. Setelah sampai di Anjungan Jawa Timur saya dan teman-teman berkeliling TMII dengan menggunakan sepeda sewaan. Rasanya tidak ingin meninggalkan IBUKOTA tersebut karena disana banyak sekali tempat wisata dan sejarah-sejarah penting Indonesia. Hari kedua setelah saya ada disana akhirnya saya mulai pementasan, perasaanku senang sekali bisa menghibur orang banyak disana tetapi hatiku rasanya berdebar-debar, sedikit gugup karena pertama kalinya saya melakukan pementasan didepan orang-orang yang sangat penting. Tapi, akhirnya pementasan itu berlangsung dengan sukses dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah, lega sekali rasanya hatiku bisa menampilkan yang terbaik buat semua orang. Kewajiban sudah selesai dan kini waktunya kembali ke tempat tinggal dan memulai berproses lagi dengan tekun. Ketika saya sudah memasuki masa SMA, saya memulai karier saya didunia seni dengan sangat pesat yaitu mulai dari lomba tingkat kabupaten, provinsi sampai ke nasional. Kelas 1 SMA awal dari tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi yaitu lomba tari FLS2N tingkat kabupaten, dan akhirnya mendapatkan juara 1. Lanjut ke tingkat provinsi dan alhamdulillah masih mendapatkan juara 3. Bukan hanya ditugaskan untuk mengikuti lomba tetapi juga ditugaskan untuk menjadi salah satu penari acara GANDRUNG SEWU mulai dari sd kelas 6 hingga sma, tetapi sma ini tugasnya lebih berat yaitu menjadi patokan dari 1000 penari gandrung. Hari hari sudah terlewat sekarang saya memasuki kelas 2 SMA, yaitu masa senang-sennagnya mengikuti organisasi yang ada disekolah. Terutama mengikuti organisasi kesenian dan mendaftarkan diri menjadi ketua umum organisasi kesenian di SMA N 1 ROGOJAMPI. Dengan percaya diri dan kerja keras saya menekuni dunia tari, akhirnya saya dipilih untuk menjadi salah satu penari dari kabupaten banyuwangi untuk menari di acara SUMPAH PEMUDA yang digelar di Istana Negara Jakarta. Perasaan saya senang sekali bisa masuk kedalam Istana Negara sendiri, karena tidak semua orang bisa masuk kedalam Istana tersebut. Setelah acara tersebut selesai saya mendapatkan tugas lagi untuk ikut seleksi Gandrung yang akan tampil diacara Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2017. Siapa yang tidak senang dipercaya oleh bapak presiden untuk mengisi acara di Istana Negara. Itulah cerita singkat saya tentang pengalaman yang paling membanggakan dan akan saya ingat sampai kapanpun. Dibalik suksesnya seorang anak pasti ada orang tua yang sangat mendukung dan mendoakan anaknya untuk masa depannya. Terimakasih untuk kedua orang tua saya yaitu ibu dan ayah yang telah membimbing dan mendukung keinginan saya hingga berhasil seperti sekarang. Selain itu, saya juga berterimakasih kepada paman dan kakak saya yang telah sabar dan tulus untuk mengajarkan saya arti sebuah usaha dan kesuksesan. Terimakasih telah membaca Diary dari saya jika ada kesalahan atau kekurangan mohon dimaafkan 🙏.